Pengikut

Selasa, 17 Desember 2019

Kanjeng Nabi

Duh, Kanjeng Muhammad.

Pagi ini aku sedih sekali.
Kanjeng Muhammad yang kucintai
sedemikian dibenci
sampai ditelanjangi
dengan gambar hewani
dan disumpahserapahi.
Pagi ini aku sedih luarbiasa.
Kanjeng Muhammad yang kucinta
dibela membabi buta
sampai membunuhi manusia,
dengan angkara murka
menyebut nama Tuhannya.
Entah hati, akal, atau apa.
Manusia tapi tidak manusiawi.
Entah benci entah cinta.
Najis bercampur dengan suci.
Benar dan salah kini serupa.
Akal jadi brutal, hati jadi nyali.
Kanjeng Nabi tak seperti itu.
Tidak gambarmu, tidak gambarku.
Dia hidup damai dalam kalbu
meski dihina dari segala penjuru.
Dialah kanjeng Muhammad yang kurindu
dan kubela tanpa membencimu.
Kanjeng Nabi tak seperti itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar